Share Up To 110 % - 10% Affiliate Program

Tampilkan postingan dengan label Artikel Ramadan 2013. Tampilkan semua postingan

7 Menu Buka Puasa Unik di Dunia


Entah mengapa momen buka puasa justru lebih istimewa dan dinanti sepanjang bulan Ramadan. Yah, mungkin karena justru di momen ini semua keluarga bisa berkumpul dan berbagi keceriaan Ramadan sebelum berlanjut dengan shalat Tarawih.
Dan ngabuburit tentu menjadi hal yang tak boleh terlewatkan. Bahkan saat ini ngabuburit menjadi lifestyle yang menyatukan beragam orang di sudut kuliner di tepi jalan atau foodcourt dan mal-mal.
Umumnya, ngabuburit diisi dengan berburu jajanan, es, hingga makanan berat yang akan disajikan berbuka puasa. Kalau di Indonesia sih menu-menu semacam es blewah, es cincau, es kelapa muda, bakso, kolak, dan lain sebagainya menjadi andalan beberapa wilayah. Tapi, kira-kira bagaimana ya menu buka puasa di belahan dunia lain?
Kabarnya, ada beberapa menu istimewa nan unik yang kerap diburu dan disajikan sebagai menu utama buka puasa. Dikumpulkan dari berbagai sumber, inilah beberapa menu tersebut:

Pakora


Makanan ini adalah makanan khas India yang memiliki struktur sangat memikat dan sederhana. Bentuknya mirip seperti jamur crispy di Indonesia. Namun makanan ini biasa disajikan sebagai menu pembuka atau makanan ringan saja. Lebih sering hadir di bulan Ramadan, bahan Pakora ini tidak susah didapatkan. Makanan ini terbuat dari tepung, rempah-rempah dan potongan sayuran sebagai adonan.

Fesenjan


Fesenjan atau Fesenjoon adalah makanan khas dari Iran yang juga disajikan sebagai menu berbuka puasa. Fasenjoon menggunakan bahan dasar unggas-unggasan, seperti bebek, ayam, dan burung dara. Dimasak dengan paduan sirup delima dan kenari sebagai bahan campuran, Fasenjoon biasa disajikan dengan nasi yang masih hangat. Uniknya, makanan ini mirip dengan gudeg, yang apabila disimpan lama, rasanya semakin enak.

Ful Medames

Makanan khas Mesir ini merupakan makanan warisan turun temurun sejak jaman Firaun. Makanan ini cukup kaya akan bahan dan pembuatannya sangat mudah. Pun demikian Anda harus bersabar karena dalam proses pembuatannya Anda harus merendam dan mendidihkannya terlebih dahulu sebelum dimakan.

Harira


Adalah makanan khas penduduk Maghribi di Afrika Utara. Variasi makanan ini cukup banyak, namun Harira dikenal sebagai sup khas dengan daging domba sebagai bahan utamanya. Harira boleh disajikan dengan dicampur sayuran atau mie. Dilengkapi dengan bumbu rempah herbal yang kabarnya sangat baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Lahm Lhalou


Apabila Anda bukan pecinta makanan asin, maka mungkin Anda akan menyukai menu makanan ini. Lahm Lhalou adalah masakan khas Arab yang konsepnya berawal dari daging manis. Dianjurkan saat memasak makanan ini tidak perlu menambahkan garam. Makanan ini dimasak hanya dengan campuran jahe, jeruk, almond, dan kismis.

Ayam Percik



Dikutip dari negara tetangga, ayam percik adalah menu yang cukup beken di negri Jiran, Malaysia. Mayoritas muslim menyajikan menu ayam percik ini seperti layaknya ayam opor di Indonesia. Dengan menggunakan bahan rempah-rempah dan santan kelapa, menu yang satu ini bisa mengobati kerinduan akan masakan opor ayam saat menghabiskan puasa di Malaysia. Namun sedikit berbeda, ayam percik biasanya juga disajikan dalam bentuk ayam bakar.

Mansaf


Dari Yordania, Mansaf dikenal sebagai menu nasional di sana. Mansaf sebenarnya tidak hadir hanya di bulan Ramadan saja, namun ia juga hadir pada hari-hari besar lain yang diperingati di Yordania. Merupakan rangkaian dari daging domba yang dimasak dengan aneka rempah-rempah khas Yordania, menu ini menjadi salah satu menu kebanggaan di sana.
Wah, ternyata beragam juga ya menu makanan berbuka puasa dari penjuru dunia.(vemale.com)

Menyembuhkan Maag Dengan Berpuasa


Jangan salah. Bukan berpuasa yang menyebabkan seseorang menderita sakit maag. Justru dengan cara yang tepat, maag dapat disembuhkan saat berpuasa.

Sakit maag fungsional, menurut ahli penyakit dalam Divisi Gastroenterologi RSCM-FKUI, Dr. H. Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH,MMB, dapat disembuhkan dengan menjalani ibadah puasa Ramadan. "Dengan berpuasa tidak makan dan tidak minum selama kurang lebih 14 jam, akan membuat perubahan tingkat asam lambung menjadi berubah," kata Ari pada sebuah simposium di FKUI-RSCM, seperti dikutip dari Antara.
Saat sedang berpuasa, kadar gastrin dalam tubuh akan meningkat jumlahnya, dan asam lambung akan menurun. Hal ini dapat terjadi karena ada perubahan metabolisme dalam tubuh yang dipicu oleh pembatasan makanan dan minuman. Menurut laporan, ada sekitar 60% pasien penderita maag fungsional sembuh justru karena berpuasa.

"Lebih dari 60% pasien sakit maag fungsional dapat sembuh karena berpuasa, dan metabolisme tubuh kembali normal usai berpuasa," ujar Ari yang menambahkan obat maag harus tetap diminum untuk menekan kadar asam lambung.
Syaratnya adalah dengan menjalani puasa rutin selama 30 hari. Memperbaiki pola makan dan makan pada jam yang teratur. Selain itu, lebih baik tidak mengonsumsi rokok, camilan berlemak, serta mengurangi konsumsi kopi yang dapat menyebabkan gas di dalam perut. Kurangi juga asupan akan soda, makanan asam serta tetap rileks, karena asam lambung mudah naik saat tubuh sedang stres.(kapanlagi.com)

Sahur Itu Sunnah


Mengkonsumsi terlalu banyak makanan atau cemilan manis ketika sahur seperti cokelat, kue keju, segelas besar teh manis ternyata justru dapat membuat tubuh kita terasa lemas saat berpuasa. Berikut hal-hal yang harus diperhatikan saat makan sahur.
  1. Hindari makanan manis. Makanan manis melepas insulin lebih cepat hingga tubuh lekas lemas & lapar.
  2. Utamakan protein & serat. Protein hewani dan nabati, diperlukan untuk mengatur metabolisme dan meningkatkan daya imunitas tubuh. Sedangkan serat dalam biji-bijian, sayuran, dan buah baik untuk kesehatan usus serta menurunkan resiko diabetes dan penyakit jantung. Frank Hu, MD, profesor di bidang nutrisi dan epidemiologi di Harvard School of Public Health, Boston menambahkan bahwa serta mampu menurunkan resiko kematian.
  3. Jangan lupakan karbohidrat. Kita bisa memilih nas merah, singkong, ubi, jagung atau roti gandum yang rendah gula. Bagaimana pun, karbohidrat tetap diperlukan sebagai sumber energi.
Sahur memang tidak diwajibkan , namun sunnah dilakukan karena di dalamnya terdapat berkah dan pahala yang memperkuat puasa. Sahur juga pembeda dari puasa para ahli kitab. Dalam pelaksanaannya, Rasulullah senantiasa mengakhiri waktu sahur.
Sumber : Elzatta
(kapanlagi.com)

- Copyright © KUMPUL DI SINI - Dawie Heart - Powered by Blogger - Designed by Garuda Indonesia Komunitas -