- Back to Home »
- Tips Cinta »
- Trik Bicarakan Komitmen Agar Si Dia Tidak Mengulur-ulur
Posted by : Unknown
Rabu, 10 April 2013

Gimana sih caranya membuat pria tetap bisa stay dan fokus dengan
'topik keramat' bagi mereka yang berjudul 'komitmen'. Well, perubahan
jaman membuat banyak pria jaman sekarang takut dengan komitmen. Namun
hal ini bukan semata-mata karena mereka takut, namun komitmen juga
berkaitan dengan tanggung jawab mereka pada wanita yang mereka cintai,
dan banyak yang mungkin belum siap sehingga kehabisan jawaban untuk
menjawab pertanyaan, "Kapan kamu nikahi aku?"
Ini dia trik bicara
komitmen dengan seorang pria, sehingga menjauhkan resiko dia akan kabur
setelah diajak bicara akan hal tersebut. Cobain deh trik ini.
Beraksi dan Bereaksi
Pertama,
pelajari situasi. Coba Anda kira-kira, bagaimana kalau jawabannya
negatif dan bagaimana kalau jawabannya positif? Bagaimana Anda
'sebaiknya' bereaksi? Langkah apa yang akan Anda lakukan kalau
kemungkinan terburuk yang terjadi?
Pria seringkali takut pada
beberapa hal dari wanita. Reaksi wanita dengan jawaban mereka, karir
Anda dan dia dan sebagainya. Saat Anda menanyakan komitmen kepadanya,
maka ia pun akan dihadapkan pada kenyataan apakah dirinya sendiri cukup
siap. Alasan pria mundur teratur bisa jadi karena hal-hal tersebut.
Jadi, tetap tenang saat Anda menanyakan komitmen padanya, tetap tenang
saat Anda bereaksi terhadap jawabannya.
Bernegosiasi
Mirip
seperti ketika Anda sedang menegosiasikan barang saat akan membeli
sesuatu, namun dengan cara yang sedikit berbeda. Jangan takut menghadapi
kenyataan bila memang dia tak siap. Tegaskanlah mau dibawa ke mana
hubungan Anda berdua. Tegas, bukan marah-marah.
Realistislah
dengan keadaan. Kalau Anda membutuhkan komitmen, artinya Anda tahu Anda
tak bisa menunggu lama. Bila menunggunya adalah hal yang tak mungkin dan
dia tak bisa merealisasikan yang terbaik untuk Anda, maka jangan
mengulur waktu lagi.
Ketika Tatapannya Menghindari Anda..
Ini
adalah bentuk ketidaknyamanan baginya untuk menghadapi pertanyaan
seputar komitmen. Mungkin dia belum punya jawaban. Mungkin dia tidak
menyukainya. Mungkin dia jenuh menjelaskan. Mungkin di satu sisi Anda
merasa kecewa, namun di sisi lain, pahamilah kalau memang komitmen itu
tidak mudah. Bahkan bagi seorang wanita.
Tidak sedikit wanita yang
menunda menikah, atau menikah tapi menunda punya momongan dan
sebagainya. Hal ini membuktikan komitmen tak hanya menakutkan bagi pria.
Namun persoalannya bukanlah komitmen itu menakutkan bagi siapa,
melainkan bagaimana Anda dan dia bisa saling meyakinkan bahwa hubungan
ini harus mendapat kejelasan.
Mintalah padanya untuk jujur saja.
Mengatakan 'tidak' sekarang, akan jauh lebih baik daripada 'ya' yang
masih berbuntut penantian. Dan kembali ke poin pertama dan kedua, apapun
reaksinya, bereaksilah dengan tenang dan lakukan negosiasi hingga Anda
mendapatkan kesepakatan.
Ketika Jawabannya Tak Menyelesaikan Persoalan..
Jenuh
mempertanyakan kelanjutan hubungan padanya? Ada kalanya Anda menanyakan
(untuk kesekian kalinya) namun jawaban darinya tak pernah memuaskan
Anda. Mungkin ini saatnya bagi Anda untuk mengambil langkah sendiri.
Kadang harapan kita akan seseorang membuat kita sulit beranjak pada
kemungkinan baru.
Bila Anda memang tidak melihat kejelasan
bersamanya, jangan seperti air mengalir. Kembalikan pada diri Anda. Mau
stay sampai mendapat kejelasan hubungan yang entah sampai kapan, atau
melepaskan diri dan mengambil langkah yang lebih pasti?
Ada sebuah
pepatah yang mengatakan, ketika kita melepaskan diri dari suatu hal,
maka kita siap untuk kesempatan yang lain. Semoga trik ini bisa membantu
Anda menentukan langkah yang lebih pasti, Ladies. (vemale.com)




