- Back to Home »
- Berita Populer »
- Kartu Merah Puncak Rasa Frustrasi Ronaldo
Posted by : Unknown
Sabtu, 18 Mei 2013

Madrid - Cristiano Ronaldo harus diusir dari
lapangan saat Real Madrid dikalahkan Atletico Madrid di final Copa del
Rey. Kartu merah itu melengkapi kegagalannya dalam memberi gelar untuk Los Blancos.
Madrid dan Atletico saling berhadapan di final Copa del Rey di Santiago Bernabeu, Sabtu (18/5/2013) dinihari WIB. Itu merupakan satu-satunya kans Madrid untuk mengakhiri musim dengan gelar.
Dengan fakta itu dan ekspektasi yang dibebankan padanya dan juga tim, Ronaldo bertekad memenangi laga kontra Atletico itu.
"Pendekatan saya terhadap pertandingan ini sama dengan laga-laga lainnya, tapi dengan tanggung jawab yang lebih. Ini pertadingan yang spesial tapi ambisi saya selalu sama, untuk membantu Madrid sebaik mungkin yang saya bisa lakukan, yakni dengan bermain bagus, mencetak gol, assist," demikian pernyataan Ronaldo sebelum pertandingan.
Tekad Ronaldo kemudian dibuktikannya dengan membawa Madrid unggul lebih dulu di menit ke-14. Namun Atletico mampu menyamakan kedudukan lewat gol Diego Costa hingga laga akhirnya dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu.
Atletico kemudian justru berbalik unggul lewat gol Miranda di menit keempat babak pertama masa extra time. Hingga laga berakhir, tak ada gol lagi yang tercipta dan Atletico keluar sebagai juara.
Sebelum laga berakhir, tepatnya di menit ke-115, Ronaldo justru harus diusir dari lapangan. Dia mendapat kartu kuning kedua usai dianggap menghantam wajah Gabi dengan kakinya.
Kartu merah itu bisa jadi merupakan puncak dari rasa frustrasi Ronaldo. Usai mencetak gol pembuka, pemain asal Portugal itu gagal memaksimalkan sejumlah peluang yang didapatnya untuk kembali mencetak gol. Salah satu peluangnya lewat tendangan bebas tak membuahkan hasil setelah bola hanya menerpa tiang gawang.
Sepanjang kariernya di Madrid, Ronaldo amat jarang mendapat kartu merah. Kartu merah di laga ini merupakan yang ketiga setelah yang sebelumnya didapat di laga melawan Almeria di tahun 2009 dan Malaga di tahun 2010.
Ronaldo pun gagal mempersembahkan trofi untuk Madrid di musim ini. Dia dan Madrid harus mengakhiri musim ini dengan tangan hampa.
(detik.com)
Madrid dan Atletico saling berhadapan di final Copa del Rey di Santiago Bernabeu, Sabtu (18/5/2013) dinihari WIB. Itu merupakan satu-satunya kans Madrid untuk mengakhiri musim dengan gelar.
Dengan fakta itu dan ekspektasi yang dibebankan padanya dan juga tim, Ronaldo bertekad memenangi laga kontra Atletico itu.
"Pendekatan saya terhadap pertandingan ini sama dengan laga-laga lainnya, tapi dengan tanggung jawab yang lebih. Ini pertadingan yang spesial tapi ambisi saya selalu sama, untuk membantu Madrid sebaik mungkin yang saya bisa lakukan, yakni dengan bermain bagus, mencetak gol, assist," demikian pernyataan Ronaldo sebelum pertandingan.
Tekad Ronaldo kemudian dibuktikannya dengan membawa Madrid unggul lebih dulu di menit ke-14. Namun Atletico mampu menyamakan kedudukan lewat gol Diego Costa hingga laga akhirnya dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu.
Atletico kemudian justru berbalik unggul lewat gol Miranda di menit keempat babak pertama masa extra time. Hingga laga berakhir, tak ada gol lagi yang tercipta dan Atletico keluar sebagai juara.
Sebelum laga berakhir, tepatnya di menit ke-115, Ronaldo justru harus diusir dari lapangan. Dia mendapat kartu kuning kedua usai dianggap menghantam wajah Gabi dengan kakinya.
Kartu merah itu bisa jadi merupakan puncak dari rasa frustrasi Ronaldo. Usai mencetak gol pembuka, pemain asal Portugal itu gagal memaksimalkan sejumlah peluang yang didapatnya untuk kembali mencetak gol. Salah satu peluangnya lewat tendangan bebas tak membuahkan hasil setelah bola hanya menerpa tiang gawang.
Sepanjang kariernya di Madrid, Ronaldo amat jarang mendapat kartu merah. Kartu merah di laga ini merupakan yang ketiga setelah yang sebelumnya didapat di laga melawan Almeria di tahun 2009 dan Malaga di tahun 2010.
Ronaldo pun gagal mempersembahkan trofi untuk Madrid di musim ini. Dia dan Madrid harus mengakhiri musim ini dengan tangan hampa.
(detik.com)




