- Back to Home »
- Berita Populer »
- Perpisahan yang Sarat Emosi bagi Heynckes
Posted by : Unknown
Minggu, 19 Mei 2013

Moenchengladbach - Jupp Heynckes menutup
kariernya di Bundesliga dengan membawa Bayern Munich memenangi laga
pamungkas musim ini melawan Borussia Moenchengladbach. Perpisahan
Heynckes pun berlangsung sarat emosi.
Pelatih berusia 68 tahun ini menjalani pertandingan liga terakhirnya di Moenchengladbach, kota kelahiran sekaligus tim yang pernah dibelanya sebagai pemain dan pelatih.
Pada pertandingan di Im Borussia-Park, Sabtu (18/5/2013) malam WIB, Bayern sempat ketinggalan dulu sebelum membalikkan keadaan dan mengalahkan Gladbach dengan skor akhir 4-3.
Heynckes mendapatkan sambutan meriah dari lebih dari 50 ribu penonton yang memenuhi arena stadion sebagai tanda apresiasi atas kerja kerasnya sebagai pelatih dalam 34 tahun.
Setelah pertandingan berakhir seperti lazimnya diikuti oleh sesi konferensi pers, Heynckes yang terlihat cool sebelumnya tidak kuasa mengendalikan emosi. Air matanya tumbah yang disambut oleh tepuk tangan dari para peliput. Setidaknya Heynckes butuh setengah menit untuk mengembalikan ketenangannya sebelum melanjutkan tanya jawab.
"Itu adalah pertandingan yang menarik dan spektakuler. Saya merasa para pemain bermain untuk saya. Mereka sangat senang bisa memberikan saya kado ini," ucap Heynckes yang dikutip dari situs resmi Bayern.
"Tadi adalah momen yang mengharukan buat saya. Di sini saya memulai karier sebagai pemain dan pelatih. Saya mungkin akan lebih emosional lagi jika sekarang ada di Boekelberg (kandang lama Gladbach). Saya ingin berterima kasih kepada fans dan penonton di sini atas perpisahan yang luar biasa, karena ....,"
(Heynckes sempat menangis sebelum bisa melanjutkan) "...itu menunjukkan saya, ini adalah rumah saya."
Jika biasanya setelah pertandingan skuat Bayern langsung menuju bandara untuk pulang ke Munich, kali ini Heynckes membawa pasukannya ke sebuah restoran di Schwalmtal untuk menikmati makan malam.
(detik.com)
Pelatih berusia 68 tahun ini menjalani pertandingan liga terakhirnya di Moenchengladbach, kota kelahiran sekaligus tim yang pernah dibelanya sebagai pemain dan pelatih.
Pada pertandingan di Im Borussia-Park, Sabtu (18/5/2013) malam WIB, Bayern sempat ketinggalan dulu sebelum membalikkan keadaan dan mengalahkan Gladbach dengan skor akhir 4-3.
Heynckes mendapatkan sambutan meriah dari lebih dari 50 ribu penonton yang memenuhi arena stadion sebagai tanda apresiasi atas kerja kerasnya sebagai pelatih dalam 34 tahun.
Setelah pertandingan berakhir seperti lazimnya diikuti oleh sesi konferensi pers, Heynckes yang terlihat cool sebelumnya tidak kuasa mengendalikan emosi. Air matanya tumbah yang disambut oleh tepuk tangan dari para peliput. Setidaknya Heynckes butuh setengah menit untuk mengembalikan ketenangannya sebelum melanjutkan tanya jawab.
"Itu adalah pertandingan yang menarik dan spektakuler. Saya merasa para pemain bermain untuk saya. Mereka sangat senang bisa memberikan saya kado ini," ucap Heynckes yang dikutip dari situs resmi Bayern.
"Tadi adalah momen yang mengharukan buat saya. Di sini saya memulai karier sebagai pemain dan pelatih. Saya mungkin akan lebih emosional lagi jika sekarang ada di Boekelberg (kandang lama Gladbach). Saya ingin berterima kasih kepada fans dan penonton di sini atas perpisahan yang luar biasa, karena ....,"
(Heynckes sempat menangis sebelum bisa melanjutkan) "...itu menunjukkan saya, ini adalah rumah saya."
Jika biasanya setelah pertandingan skuat Bayern langsung menuju bandara untuk pulang ke Munich, kali ini Heynckes membawa pasukannya ke sebuah restoran di Schwalmtal untuk menikmati makan malam.
(detik.com)




