Share Up To 110 % - 10% Affiliate Program
Posted by : Unknown Senin, 24 Juni 2013



JAKARTA – Sebuah rekor baru dicatatkan Tahiti pada perhelatan Piala Konfederasi 2013. Tim jawara Oseania ini mencatat rekor sebagai tim paling buruk sepanjang sejarah perhelatan turnamen tersebut.

Tahiti benar-benar jadi bulan-bulanan dalam debutnya di Piala Konfederasi. Tergabung bersama tim-tim kuat dunia macam Nigeria, Uruguay dan juara dunia dan Eropa, Spanyol, tim berjuluk Toa Aito ini tidak sekalipun mencatatkan kemenangan.

Bahkan Tahiti menjadi lumbung gol bagi lawan-lawannya. Di laga pembuka, Nigeria berpesta enam gol, sementara Spanyol meraih angka sempurna 10-0 dan terakhir giliran Uruguay yang berpesta delapan gol ke gawang tim peringkat 138 dunia tersebut.

Total, Tahiti mengakhiri perjuangannya di pentas Piala Konfederasi dengan 24 gol yang bersarang ke gawang mereka, dengan hanya mencetak satu gol. Tahiti mengalahkan rekor Arab Saudi sebagai tim terburuk, di mana mereka kebobolan 16 gol pada perhelatan Piala Konfederasi 1999.

Meski berstatus sebagai tim terburuk, Tahiti tak lantas jadi bahan cemoohan. Tim yang berisikan para pemain amatir ini justru mendapat apresiasi besar dari setiap penonton yang hadir menyaksikan mereka tampil.

Fans Tahiti selalu memberikan dukungan penuh dan tetap mengumbar senyum kebanggaan, meski timnya kesayangannya kalah dengan skor telak. Perjuangan tak kenal lelah yang ditunjukkan skuad besutan Eddy Etaeta setiap kali turun ke lapangan juga sukses memikat hati penonton yang lain.

Maka, tak jarang para pemain Tahiti justru mendapat aplaus setiap kali usai bertanding. Pada laga terakhirnya, saat dibantai Uruguay 8-0, Nicolas Vallar dkk mendapat aplaus dari seluruh penonton di Stadion. Ucapan terima kasih dan rasa bangga ditunjukkan para pemain dengan membentangkan spanduk bertuliskan “Obrigado Brasil” atau yang berarti ‘Terima kasih, Brasil.”

Ya, para pemain Tahiti memang pantas berbangga. Pasalnya, mereka mendapat kesempatan langka untuk bertanding melawan tim-tim terbaik dari tiap benua di dunia. Lebih spesial lagi, mereka bukanlah pemain sepakbola professional, melainkan menggeluti karier lain seperti guru, tour guide, karyawan bank, hingga buruh bangunan. Salut Tahiti. (okezone.com)

Leave a Reply

Terima Kasih Telah Berkunjung

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © KUMPUL DI SINI - Dawie Heart - Powered by Blogger - Designed by Garuda Indonesia Komunitas -