- Back to Home »
- Tips Cinta »
- Ini Alasan Mengapa 'Balas Sakit Hati' Pada Mantan Itu Tidak Perlu
Posted by : Unknown
Senin, 29 Juli 2013
oleh mantan kekasih pasti sangat menyakitkan dan terlalu
menyesakkan untuk diingat. Mungkin terpikir untuk melakukan balas
dendam, entah dengan cara apa, Anda mungkin terpikir untuk membalaskan
rasa sakit karena putus dengan pasangan.
Sebenarnya, perlu gak sih
balas sakit hati pada mantan? Sebagian wanita mungkin akan menjawab ia,
sebagian lagi mungkin akan menjawab tidak karena percaya bahwa karma
itu ada. Ketika bertanya pada diri sendiri, apa alasan yang membuat Anda
begitu ingin membalas rasa sakit yang terjadi setelah hubungan kalian
kandas. Mungkin karena Anda berkorban begitu banyak untuk mantan Anda.
Well, tidakkah ini berarti Anda tidak tulus.
Rasa sakit memang
pasti hadir ketika hubungan yang sudah lama terjalin terputus begitu
saja. Dan masa yang paling berat adalah masa-masa awal putusnya
hubungan. Anda akan diliputi oleh banyak emosi dan amarah yang bercampur
dengan kesedihan dan mungkin juga sedikit penyesalan.
Tapi, ada alasan mengapa Anda tidak perlu melakukan aksi balas dendam pada mantan yang sudah menyakiti hati Anda. Apa saja?
Menghabiskan energi
Betul,
balas dendam atas sakit hati yang Anda rasakan tentu akan menghabiskan
energi. Anda jadi harus membuang tenaga untuk berpikir apa yang akan
Anda lakukan. Daripada membuang-buang waktu, sebaiknya Anda melakukan
hal yang lebih penting : move on.
Terluka kembali
Anda
mungkin pernah mendengar pepatah 'karma does exist', iya, karma itu
ada. Mungkin akan sedikit berlebihan, tapi kita akan selalu mendapatkan
balasan atas apa yang kita perbuat,bukan? Nah, jika Anda berpikir untuk
melakukan balas dendam, buang saja pikiran itu karena apa yang Anda
sebut dengan balas dendam ini juga akan kembali ke Anda.
Dosa Manis
Mengapa
balas dendam ini disebut dosa manis? Sekali Anda merasakan manisnya
atau enaknya membalas sakit hati Anda, tidak menutup kemungkinan Anda
akan melakukannya lagi-lagi karena pada dasarnya manusia selalu
menginginkan kepuasan. Nah, ini tentu berbahaya untuk Anda. Awalnya
mungkin memang manis, tapi tetap saja ini adalah perbuatan yang sia-sia.
Pemicu Stres
Kok
bisa? Coba Anda renungkan, ketika Anda merencanakan untuk balas dendam,
tentu Anda akan memikirkan terus menerus apa yang akan Anda lakukan.
Misalnya saja, Anda ingin membuat mantan Anda menyesal telah memutuskan
Anda dengan cara membuatnya cemburu. Nah, setelahnya Anda juga akan
berpikir apakah cara ini berhasil, apakah mantan Anda masih memiliki
rasa yang sama, apakah mantan Anda bahkan mengetahui bahwa Anda sedang
dalam misi balas dendam. Ini tentu akan membuat Anda banyak berpikir dan
mengganggu tidur Anda. Stres tentu dengan mudah akan muncul.
Tidak Mengubah Apa pun
Ini
adalah hal yang terakhir dan paling penting. Ketika sebuah hubungan
berakhir, pasti ada alasan mengapa kalian tidak bisa bersatu. Namun,
mungkin Anda akan berpikir bahwa Anda bisa mendapatkannya kembali atau
setidaknya membuat dia merasakan apa yang Anda rasakan? Well, dia pasti
juga merasa sakit karena putusnya hubungan, tapi ketika sebuah keputusan
akhirnya terjadi, Anda tidak bisa mengubahnya. Tidak juga balas dendam
ini akan mengubah. Anda akan tetap sakit hati dan kalian mungkin tidak
akan bersatu.
Nah, beberapa alasan di atas mungkin sempat
terpikirkan oleh Anda, namun karena rasa sakit yang begitu luar biasa,
Anda mengacuhkannya. Berakhirnya suatu hubungan pasti terjadi karena
suatu alasan. Entah dari Anda atau pasangan atau mungkin pihak luar.
Tidak perlu repot-repot untuk melakukan balas dendam, move on dan
lakukan hal-hal yang menyenangkan lainnya.
(vemale.com)





