- Back to Home »
- Karir »
- 7 Tips Jitu Hadapi si Penganggu di Kantor
Posted by : Unknown
Senin, 27 Mei 2013
Sering dibuat kesal oleh rekan kerja? Sering diperlakukan tidak adil
oleh atasan? Sering mengalami.. rekan kerja mencuri ide proyek? Sering
bingung bagaimana menghadapi situasi tersebut? Anda tidak sendirian, ada
banyak orang yang juga mengalami kondisi yang sama. Didiamkan saja
justru keadaan semakin menjadi-jadi (dan Anda tetap menjadi korbannya),
tetapi jika ingin diselesaikan.. takut terjadi konflik yang justru akan
menimbulkan hal-hal tak menyenangkan lainnya.
Tenang, Ladies!Kami punya tujuh cara menghadapi situasi ini tanpa membahayakan posisi Anda di kantor.
1.
Putuskan apakah Anda ingin menyelesaikan masalah ini atau terus menjadi
korban si pengganggu. Dari berbagai pengalaman sahabat-sahabat kami,
menutup mata dan telinga tidak akan menyelesaikan masalah di kantor.
Lebih baik Anda menyampaikan apa yang mengganjal di hati daripada terus
menyimpannya. Jika Anda setuju untuk berhadapan dengan si pengganggu, lanjutkan membacapoint selanjutnya!
"Mendiamkan rekan kerja yang menyebalkan tidak akan menyelesaikan masalah."
2.
Berbicara dengan orang yang tepat, dengan orang yang memang bermasalah
dengan Anda secara empat mata. Berbicaralah dengan nada suara yang
tenang, sopan dan rasional. Fokuskan pembicaraan pada situasi dan fakta
yang memang terjadi, hindari gosip atau apapun yang berbentuk serangan
pribadi.
3. Hati-hati dengan postur dan bahasa tubuh Anda.
Ekspresi wajah dan nada suara bisa menggambarkan apa yang ada di dalam
hati Anda. Tetap tenang, berkata-kata tegas tidak sama dengan
meninggikan nada suara. Hindari posisi arogan, seperti melipat kedua
lengan di depan dada. Ingat, Anda ingin menyelesaikan masalah, bukan
ingin menunjukkan bahwa Anda bisa bersikap bossy!
4. Bisa
jadi dia membela diri dan mengatakan hal-hal yang bersifat pembelaan
diri. Dengarkan semua yang dia katakan tanpa menyela. Coba pahami
mengapa si pengganggu itu sampai bersikap demikian menyebalkan pada
Anda. Tempatkan diri Anda pada posisinya!
5. Setelah dia selesai
memberi pembelaan diri atau mungkin minta maaf, sekarang waktunya bagi
Anda untuk menanggapi kata-katanya. Anda bisa mengatakan, "Saya memahami
posisi Anda seperti itu, dan saya merasa....." ungkapkan semua hal yang
mengganjal di hati dan pikiran Anda. Biarkan dia tahu bahwa beberapa
perbuatannya berakibat buruk pada Anda dan Anda tak suka diperlakukan
seperti itu.
6. Setelah mengungkapkan hal mengganjal padanya,
berkomunikasilah dengan jelas dan kemukakan win win solution untuk Anda
dan dia. Lakukan hal ini dengan fleksibel tanpa menyudutkan posisi dia
ataupun Anda.
7. Jika Anda sudah melakukan usaha di atas tetapi
hal yang sama kembali terjadi atau si pengganggu tidak peduli dengan
argumen Anda, maka sudah saatnya Anda membicarakan hal ini pada atasan
Anda. Jika yang berbuat hal-hal tak menyenangkan adalah atasan Anda
sendiri, minta bantuan seseorang yang posisinya lebih tinggi dibanding
atasan Anda. Anda juga bisa meminta bantuan pihak HRD. Ingat, kemukakan
fakta dengan jelas dan tegas, tanpa rengekan. (vemale.com)





