- Back to Home »
- Tips Cinta »
- Pernikahan Tragis: Dua Tahun Koma, Menikah Sebelum Akhir Hayatnya
Posted by : Unknown
Senin, 23 September 2013
Tak semua kisah cinta berakhir manis. Kita pun tak pernah tahu
bagaimana kebahagiaan direnggut begitu saja tanpa pernah kita duga. Di
luar rencana, di luar apa yang sudah kita kira.
He Jingjing dan Lu
Lai, tadinya akan menikah di tahun 2011. Keduanya bekerja di kantor
pemerintahan lokal. Dengan karir yang sudah mapan, keduanya bahkan sudah
membeli rumah. Namun rencana menikah itu mendadak pupus ketika He
Jingjing tak sadarkan diri secara mendadak.
Kejadian menggemparkan
itu terjadi ketika Jingjing sedang bekerja. Ia bahkan divonis koma, dan
sejak itu Jingjing tak pernah bangun lagi. Impian Lu Lai untuk meminang
sang kekasih seolah sirna sudah. Setiap hari Lu Lai dan keluarga
kekasihnya itu mengharap agar Jingjing kembali membuka matanya.
Namun Jingjing tetap diam. Terbaring lemah di atas ranjang rumah
sakit. Ia hidup, disokong oleh alat bantu nafas. Tak disangka dua tahun
sudah, harapan Lu Lai dan segenap keluarganya untuk melihat Jingjing
kembali membuka mata dan tersenyum sepertinya tak akan pernah terkabul.
Tepat
di usianya yang ke-28, keluarga Jingjing dan Lu Lai membawakan kue tart
untuk merayakan ulang tahun Jingjing. Sekaligus, menggelar acara
pernikahan yang tertunda selama dua tahun terakhir.
Jingjing yang
tak bergerak sedikitpun, didandani sebagaimana pengantin. Menggunakan
makeup dan gaun pengantin putih yang cantik. Sayangnya, ia hanya
berbaring di ranjangnya. Keluarga juga membuat origami burung untuk
menghias kamar itu.
Namun pernikahan ini sekaligus menjadi
perpisahan bagi Lu Lai, sekaligus bagi keluarga Jingjing, Setelah sekian
lama berharap, akhirnya mereka menyerah dan memutuskan untuk melepas
alat bantu nafas yang selama ini membantu He Jingjing untuk tetap bisa
hidup.
Satu per satu keluarga dan Lu Lai membisikkan doa dan pesan terakhir
mereka pada wanita itu. Mungkin inilah pernikahan paling miris sepanjang
tahun ini. Menikahi orang yang dicintai untuk memenuhi janji, namun
pada akhirnya Lu Lai ditinggal mati.
Meski begitu, Lu Lai tetap
bangga pada kekasihnya. Organ dalam tubuh Jingjing akan didonasikan pada
mereka yang membutuhkan. "Aku senang dia menolong orang lain, namun
bagiku dia tidak hidup di tubuh orang-orang itu. Dia akan selalu ada di
dalam hatiku. Aku akan selalu merindukannya," ujarnya.
Lu Lai
menceritakan bahwa ia dan Jingjing memiliki pernikahan impian dan
berusaha sebisa mungkin mewujudkannya. Keduanya bekerja sama menyiapkan
pernikahan itu dengan usaha mereka sendiri. Oleh karena itu seringkali
Jingjing agak memforsir dirinya sendiri. Jingjing dan Lu Lai tahu bahwa
wanita itu sedang sakit.
"Dia sakit, tapi dia tak mau berhenti
bekerja. Sampai suatu ketika aku menerima telepon bahwa dia tak sadarkan
diri di depan komputernya," cerita Lu Lai.Setelah diperiksa, Jingjing
mengalami kerusakan otak dan mengalami koma.
Menurut sang ayah,
Jingjing adalah anak wanita yang sangat aktif, ceria dan bersemangat.
Pernikahan yang diselenggarakan ini semata-mata tanda sayang terakhir
untuk sang anak sebelum mereka merelakan Jingjing selama-lamanya.
Meski
tak membuka matanya, semoga Jingjing berbahagia dengan pernikahannya.
Yang pasti, Lu Lai akan menyimpan cinta dan kenangannya bersama Jingjing
di dalam hati, selama-lamanya. (vemale.com)