- Back to Home »
- Dunia Kesehatan »
- Terkena Flu Burung, Balita Meninggal Dunia
Posted by : Unknown
Jumat, 21 Juni 2013
Kondisi lingkungan yang semakin buruk membuat banyak
penyakit-penyakit baru bermunculan dan membahayakan kesehatan. Penyakit
yang dulu hanya menjangkit binatang kini menjalar virusnya ke manusia.
Indonesia sudah pernah dihebohkan dengan flu babi, SARS dan flu burung.
Sudah lama virus-virus ini dicoba untuk dibasmi oleh pemerintah namun
ternyata virus berbahaya ini masih ada di lingkungan. Virus berbahaya
ini masih berpotensi untuk menyerang manusia bahkan mengakibatkan
kematian karena belum ada obatnya.
Seorang balita
bernama Respati Bagas Prasetyo yang 2,6 tahun meninggal dunia diduga
akibat terjangkit virus H5N1 atau flu burung. Balita lucu ini bertempat
tinggal di Perumahan BTN Masnaga, Jakamulya, Kecamatan Bekasi Selatan,
Kota Bekasi. Bagas meninggal pada hari rabu (19/6) setelah sebelumnya
mendapat perawatan di rumah sakit di Bekasi dan dirujuk ke RS
Persahabatan, Jakarta. Orang tua bagas syok dan sedih tak terkira
mendapati putra kecilnya terkena virus flu burung dan akhirnya meninggal
dunia.
Bagas diketahui terkena virus flu burung ketika
mengalami demam dan sesak nafas. Orang tua Bagas pun membawa Bagas ke
RS Hermina, Galaxi, Bekasi Selatan pada hari sabtu (15/7). Bagas dirawat
dan didiagnosa terkena suatu virus. Pada hari selasa malam, tim dokter
RS Hermina memberi tahu bahwa Bagas positif terkena flu burung. Ayah dan
Ibu Bagas, Respati Seno Putro dan Emmy Diah Susanti kaget dan tidak
menyangka putranya terkena flu burung karena mereka tinggal di
lingkungan yang bersih dan tidak dekat dengan peternakan unggas apapun.
Selasa
(18/9) siang tim Dinas Kesehatan Kota Bekasi dan Litbang Kementrian
Kesehatan mengambil sampel darah dan cairan putih yang hampir menutup
seluruh paru-paru Bagas. Hasilnya positif bagas terkena flu burung. Tak
ingin kondisi anaknya semakin parah, Respati dan Emmy merujuk Bagas
untuk dirawat di RS Persahabatan Jakarta. Namun sepertinya takdir Tuhan
berkata lain, Bagas meninggal dunia tidak lama setelah dirujuk karena
kondisinya sudah sangat kritis.
Respati dan Emmy tidak
dapat menahan kesedihannya. Bagas adalah anak yang penurut dan tidak
pernah rewel. Bahkan saat sakitpun Bagas tidak banyak menangis dan tidak
terlihat sedih sedikitpun. Kini Bagas telah tiada dan menjadi pekerjaan
rumah bagi Dinas Kesehatan untuk kembali menggalakkan pembasmian
virus-virus berbahaya sebelum kembali memakan korban.
(vemale.com)





