Share Up To 110 % - 10% Affiliate Program
Posted by : Unknown Senin, 08 Juli 2013

 
Berpuasa dibulan Ramadhan adalah salah satu kewajiban yang diperintahkan oleh Allah SWT bagi umat Islam. Bahkan ibadah yang mulia ini merupakan salah satu diantara 5 rukun islam lainnya.
Kemuliaan puasa Ramadhan ini menjadikan para orang tua memiliki keharusan untuk melatih anaknya untuk berpuasa Ramadhan. Bahkan, didalam Al-quran dan Hadist juga ditunjuka bahwa orang tua memiliki kebajiban untuk mendidik, melatih dan membiasakan anak-anaknya untuk beribadah, termasuk berpuasa Ramadhan pastinya.

Namun perlu kita perhatikan bahwa belum ada kewajiban berpuasa bagi anak-anak, sehingga sebagai orang tua, tugas kita bukan mewajibkan anak kecil untuk berpuasa, melainkan mendidik anak untuk berpuasa. Inilah tips bagi orang tua untuk melatih anaknya berpuasa yang dikutip dari majalahmuslimsehat.com:
  • Orang tua dapat membagi tahapan puasa sesuai dengan kondisi dan kemampuan anak. Misalnya, puasa dari waktu Subuh sampai dengan waktu Zuhur, kemudian dilanjutkan atau ditingkatkan mulai saat Subuh sampai dengan waktu Asar. Kemudian, setelah dirasa mampu, dapat ditingkatkan sampai tahap puasa sempurna, yaitu dari mulai waktu Subuh sampai dengan Magrib.
  • Dengan cara membuatkan mainan untuk mereka, dan mengajak mereka bermain bersama seperti yang dikisahkan kaum Anshar di Madinah saat puasa asy-Syura’. Sebagai contoh, orang tua dapat mengajak anak-anak mereka ke masjid. Namun, meskipun anak telah dianggap memiliki kondisi dan kemampuan yang cukup prima untuk melaksanakan puasa, akan tetapi motivasi dari orang tua sangat diperlukan agar kekuatan dan kemauannya dalam menunaikan puasa itu tetap terjaga.
  • Selain itu, hal yang perlu diperhatikan adalah hendaknya orangtua membantu mencari kegiatan dan permainan yang sesuai dengan kondisi tubuh pada saat berpuasa. Sebagai contoh, anak-anak sebaiknya dicarikan jenis permainan yang lokasinya berada di tempat yang teduh, dan dicarikan waktu pada saat sore hari, yaitu menjelang berbuka. Jenis permainan yang menyita tenaga lebih, sebaiknya dihindarkan, karena dapat membuat anak-anak cepat merasa lapar dan haus.
  • Memberikan kata-kata pujian yang menunjukkan bahwa orang tua merasa bangga memiliki anak yang meskipun masih kecil, akan tetapi sudah mampu melaksanakan puasa seperti layaknya orang dewasa. Misalnya dengan kalimat “Masya Allah, anakku yang pintar, masih kecil sudah kuat puasa..” ataupun kalimat-kalimat lain yang membuat anak merasa senang dantersanjung.
  • Memberitahukan kepada mereka bahwa Allah k dan Rasul-Nya n sangat menyenangi anak-anak kecil yang melakukan ibadah puasa. Kemudian, dapat pula diberitahukan kepada mereka adanya balasan bagi orang-orang yang berpuasa, yaitu bahwa Allah k akan membuka pintu surga, khusus bagi hamba-hamba-Nya yang berpuasa, yaitu pintu “ar-Rayyan”
  • Memberikan hadiah mainan atau yang selainnya, yang bersifat mendidik dan dapat melupakan anak-anak dari keinginannya untuk berbuka
  • Mengadakan ifthar jama’i (buka puasa bersama), baik dilakukan dalam keluarga maupun pada lingkungan yang lebih besar lagi, yaitu seperti di masjid. Kegiatan ini akan menjadi sebuah kesempatan yang dapat menggembirakan anak-anak dalam melaksanakan ibadah puasa dan sekaligus dapat mempererat rasa persahabatan diantara mereka.
(kapanlagi.com, blog.lazada.co.id)

Leave a Reply

Terima Kasih Telah Berkunjung

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © KUMPUL DI SINI - Dawie Heart - Powered by Blogger - Designed by Garuda Indonesia Komunitas -