Share Up To 110 % - 10% Affiliate Program
Posted by : Unknown Kamis, 11 Juli 2013


Bulan Ramadhan merupakan ibadah mulia bagi seluruh umat muslim, tidak terkecuali bagi umat muslim penderita diabetes mellitus (kencing manis) sekalipun.
Kabar baik untuk Anda para penderita dibetes, bahwa berpuasa tetap dapat Anda lakukan. Atau bila Anda memiliki kenalan, kerabat atau kawan yang menderita diabetes tips kali ini sangat dianjurkan bagi penderita diabetes jalani agar puasa Ramadhannya berjalan dengan optimal. Tips ini dihimpun dari diabetes.org.uk.

Tips Puasa Bagi Penderita Diabetes

  1. Jika Anda mengambil insulin, Anda akan membutuhkan lebih sedikit insulin sebelum mengawali puasa.
  2. Jenis insulin yang Anda gunakan mungkin harus diubah dari yang biasanya Anda gunakan.
  3. Insulin pra-campuran tidak dianjurkan selama puasa.
  4. Sebelum memulai puasa, Anda juga harus mengonsumsi makanan rendah glikemiks.
  5. Periksa kadar glukosa darah Anda lebih sering dari biasanya.
  6. Ketika berbuka, makanlah dalam jumlah kecil, dan hindari makan makanan manis atau berlemak.
  7. Saat buka puasa, Anda harus memperbanyak minum air dan menghindari minuman manis atau berkafein
Selain ketujuh tips diatas, kami juga menghimpun tips dari acara diskusi tentang pengelolaan diabetes di Jakarta, Selasa (2/7/2013). EM Yunir selaku Sekretaris Jenderal Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni) menyatakan
“jika dapat mengelola diabetes dengan baik maka penderita diabetes dapat menjalankan ibadah puasa secara normal.”
Lebih teknis dari ke-7 tips yang diungkap oleh diabetes.org.uk diatas, Yunir menyarankan beberapa kiat mengelola diabetes saat berpuasa sebagai berikut:
  1. Melakukan pemeriksaan gula darah beberapa kali dalam sehari, khususnya pada Diabetes Mellitus tipe 1 dan 2 yang mendapat insulin, agar mengetahui risiko dan cara mengantisipasinya.
  2. Pemeriksaan gula darah bisa dilakukan sebelum berbuka dan dua jam setelah berbuka, sebelum tidur, sebelum sahur, tengah hari dan sesuai kebutuhan.
  3. Sahur dianjurkan dilakukan mendekati imsak dengan mengubah jadwal, jumlah dan jenis makanan yang dikonsumsi. Penyesuaian jumlah dilakukan sesuai dosis obat dan insulin.
  4. Sebaiknya melakukan pembagian porsi makan saat berbuka hingga sahur dengan porsi makan saat sahur 50 persen, setelah taraweh 10 persen dan Maghrib 40 persen dari total kebutuhan kalori per hari.
  5. Pembatalan puasa bisa dilakukan jika terjadi tanda-tanda hipoglikemia atau kadar gula kurang dari 60 mg/dl.

Waktu Penderita Diabetes Dianjurkan Membatalkan Puasa

Menurut Konsultan Diabetes, Dr. Wismandari, S.pPD, FINASIM, ada beberapa kondisi yang membuat penderita kencing manis dianjurkan segera membatalkan puasanya.
“Pengidap DM perlu mengetahui kapan harus membatalkan puasa agar kesehatannya tetap terjaga,”
ujarnya di sela-sela Simposium Mini dengan tema `Meraih Kesempurnaan Ibadah Puasa dengan Sehat Fisik dan Jasmani, Selasa (11/6/2013).
  1. Ketika gula darah turun menjadi 60 mg/dl atau kurang.
  2. Bagi orang dengan diabetes yang memakai insulin, sulfonylureasatau glinid saat sahur dan gula darah menurun menjadi 70mg/dl di jam-jam awal.
  3. Gula darah naik menjadi 300mg/dl atau lebih dari itu.

(kapanlagi.com,lazada.co.id)

Leave a Reply

Terima Kasih Telah Berkunjung

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © KUMPUL DI SINI - Dawie Heart - Powered by Blogger - Designed by Garuda Indonesia Komunitas -